Keadaan Tidak Hadir (Oraqng Hilang), Afwezeigheid

Orang yang hilang atau perjanjian meninggalkan tempat tinggal, tanpa memberi kuasa untuk mengurus kepentingannya. Pengurusan kepentingannya dilakukan oleh Balai HArta Peninggalan (BHP) atas perintah Hakim sesudah ada permintaan dari yang berkepentingan atau Jaksa Orang dianggap telah meninggal/seseorang dapat diputuskan kemungkinan sudah meninggal, apabila : Setelah 5 tahun meninggalkan tempat tinggal tanpa memberikan kuasa untuk mengurus…

Pengertian dan Kegunaan AKTA yang dibuat Catatan Sipil

AKTA yang dibuat Catatan Sipil sebagai pembuktian bahwa peristiwa hukum yang dialami seseorang benar telah terjadi. Materi Akta meliputi hari, tanggal, bulan bahkan jam ketika peristiwa hukum itu terjadi. Akta juga merupakan alat bukti surat yang berbentuk AKTA OTENTIK (akta ombtelijke) karena dikeluarkan oleh pejabat resmi yang menetapkan status hukum(perdata) seseorang. Status hukum merupakan kepastian…

Macam-macam Akta Catatan Sipil

Untuk dapat dilakukan pencatatan peristiwa hukum perlu syarat adanya surat keterangan dari pihak berwajib yang menyatakan telah terjadinya peristiwa hukum berkenaan. Surat keterangan tersebut dibawa ke Kantor Catatan Sipil untuk dicatat dan didaftar dalam buku akta yang disediakan; bila permohonan pengajuan penerbitan akta telah lewat waktu yang ditentukan perlu ada penetapan dari hakim Pengadilan Negeri…

Sejarah Catatan Sipil di Indonesia

Terdapat berbagai peraturan perundangan dari zaman Belanda yang mengatur tentang Catatan Sipil di Indonesia, yakni tentang : (1). Pencatatan Perkawinan dan Perceraian bagi warga Negara Indonesia keturunan Eropa (dimuat dalam Reglemen Catatan Sipil Stb. 1849-25). (2). Pencatatan Perkawinan dan Perceraian bagi warga Negara Indonesia keturunan Cina (dimuat dalam Reglemen Catatan Sipil Stb. 1917-130 jo Stb.…

Pengertian dan Fungsi Catatan Sipil

Catatan Sipil (Burgelijke Stand) artinya catatan mengenai peristiwa perdata yang dialami oleh seseorang atau untuk memastikan status perdata seseorang. Ada lima peristiwa hukum dalam kehidupan manusia yang perlu dilakukan pencatatan, yaitu : (1). Kelahiran, menentukan status hukum seseorang sebagai subyek hukum pendukung hak dan kewajiban. (2). Perkawinan, menentukan status hukum seseorang sebagai suami atau isteri…