Sell or Process Further Decision

Sell or Process Further Decision

Dalam akuntansi manajemen, perusahaan sering harus memilih kombinasi produk ketika kapasitas produksi tidak cukup untuk memenuhi seluruh permintaan. Pilihan tersebut disebut product mix, yaitu komposisi jumlah berbagai produk yang diproduksi dan dijual dalam periode tertentu. Tujuannya bukan hanya memilih produk dengan laba per unit terbesar, melainkan memaksimalkan laba total dengan sumber daya yang tersedia.

Mengapa Kendala Sumber Daya Penting?

Kendala dapat berupa jam mesin, bahan baku, tenaga kerja terampil, kapasitas gudang, atau permintaan pasar. Jika kapasitas tidak terbatas, perusahaan dapat memenuhi permintaan selama harga jual melebihi biaya yang relevan. Namun, ketika satu sumber daya menjadi bottleneck, setiap unit sumber daya harus dialokasikan ke produk yang menghasilkan manfaat terbesar.

Untuk keputusan jangka pendek, ukuran yang biasanya digunakan adalah margin kontribusi. Margin ini menunjukkan sisa pendapatan setelah biaya variabel dan tersedia untuk menutup biaya tetap serta menghasilkan laba.

Margin kontribusi per unit = Harga jual per unit − Biaya variabel per unit
Margin per unit kendala = Margin kontribusi per unit ÷ Pemakaian sumber daya kendala

Langkah Analisis Product Mix

  1. Identifikasi sumber daya yang paling terbatas.
  2. Hitung margin kontribusi setiap produk.
  3. Hitung margin kontribusi untuk setiap unit sumber daya kendala.
  4. Urutkan produk dari kontribusi per unit kendala tertinggi.
  5. Alokasikan kapasitas sesuai urutan tersebut, dengan memperhatikan batas permintaan.
  6. Evaluasi faktor nonkeuangan seperti kualitas, kontrak, dan hubungan pelanggan.

Contoh Perhitungan

PT Cipta Produk memiliki kapasitas mesin 2.400 jam per bulan dan memproduksi Produk A serta Produk B. Data berikut tersedia:

Data Produk A Produk B
Harga jual per unit Rp150.000 Rp180.000
Biaya variabel per unit Rp90.000 Rp120.000
Jam mesin per unit 2 jam 3 jam
Permintaan maksimum 800 unit 600 unit

Margin kontribusi A adalah Rp150.000 − Rp90.000 = Rp60.000. Margin kontribusi B juga Rp180.000 − Rp120.000 = Rp60.000. Jika hanya melihat margin per unit, keduanya terlihat sama. Perbedaannya tampak setelah dibagi dengan jam mesin:

  • Produk A: Rp60.000 ÷ 2 = Rp30.000 per jam mesin.
  • Produk B: Rp60.000 ÷ 3 = Rp20.000 per jam mesin.

Produk A diprioritaskan karena menghasilkan margin lebih besar untuk setiap jam mesin. Memproduksi 800 unit A membutuhkan 1.600 jam, sehingga tersisa 800 jam. Sisa tersebut dapat digunakan untuk 266 unit B secara penuh. Margin kontribusi total menjadi 800 × Rp60.000 = Rp48.000.000 dari A, ditambah 266 × Rp60.000 = Rp15.960.000 dari B. Totalnya sekitar Rp63.960.000 sebelum biaya tetap.

Permintaan dan Kapasitas Harus Diperiksa

Rangking kontribusi tidak berarti perusahaan dapat menjual unit tanpa batas. Setelah permintaan maksimum Produk A terpenuhi, kapasitas tersisa dialihkan ke produk berikutnya. Tanpa batas permintaan, analisis akan menghasilkan rencana yang secara matematis menguntungkan tetapi tidak realistis.

Perhitungan juga harus memakai data yang konsisten: harga, biaya, kapasitas, dan permintaan perlu berasal dari periode yang sama agar perbandingan tidak bias.

Manajer juga perlu memeriksa apakah kapasitas dapat diperluas melalui lembur, outsourcing, perbaikan setup, atau pembelian mesin. Tambahan kapasitas layak dipertimbangkan jika biaya satu jam tambahan lebih rendah daripada manfaat kontribusi yang hilang atau diperoleh.

Lebih dari Satu Kendala

Jika hanya ada satu kendala aktif, peringkat margin per unit kendala biasanya memadai. Jika jam mesin dan bahan baku sama-sama terbatas, perusahaan perlu menggunakan linear programming atau teknik optimasi. Fungsi tujuannya dapat berupa memaksimalkan total margin kontribusi, sedangkan batas permintaan dan kapasitas dimasukkan sebagai kendala.

Keputusan tidak boleh mengabaikan faktor nonkeuangan. Produk dengan margin lebih rendah mungkin penting untuk mempertahankan pelanggan, memenuhi kontrak, menjaga keahlian tenaga kerja, atau mendukung strategi pasar. Selain itu, perubahan product mix dapat menimbulkan biaya setup, waktu tunggu, cacat produk, dan risiko kualitas.

Kesalahan Umum

  • Memilih produk berdasarkan margin kontribusi per unit tanpa mempertimbangkan sumber daya yang dipakai.
  • Menggunakan laba penuh yang memuat alokasi biaya tetap yang tidak berubah.
  • Mengabaikan batas permintaan atau kapasitas minimum produksi.
  • Menganggap bottleneck selalu sama dari periode ke periode.
  • Mengabaikan biaya setup, lembur, outsourcing, dan dampak strategis.

Ringkasan

  • Product mix adalah kombinasi produk terbaik dalam kondisi sumber daya terbatas.
  • Margin kontribusi dihitung dari harga jual dikurangi biaya variabel.
  • Prioritas ditentukan oleh margin kontribusi per unit sumber daya kendala.
  • Permintaan maksimum harus dipertimbangkan agar rencana dapat dijual.
  • Beberapa kendala dapat memerlukan linear programming.
  • Analisis angka perlu dilengkapi pertimbangan operasional dan strategis.

Latihan Soal

  1. Produk X memberi margin kontribusi Rp45.000 dan memakai 1,5 jam mesin. Produk Y memberi margin Rp60.000 dan memakai 3 jam. Produk mana yang diprioritaskan?
  2. Kapasitas mesin 1.500 jam. Permintaan X adalah 600 unit dengan kebutuhan 1 jam per unit. Setelah X dipenuhi, berapa unit Y yang dapat dibuat jika membutuhkan 2 jam per unit?
  3. Mengapa biaya tetap yang tidak berubah biasanya tidak menentukan urutan product mix jangka pendek?

Kunci jawaban: (1) X = Rp30.000 per jam, Y = Rp20.000 per jam, sehingga X diprioritaskan. (2) Sisa 900 jam, sehingga Y dapat dibuat 450 unit. (3) Karena biaya tersebut sama pada semua alternatif dan tidak mengubah laba incremental.

Artikel ini disusun sebagai materi edukasi berdasarkan konsep Cost Accounting Horngren dan referensi akuntansi manajemen yang relevan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *