Earnings Per Share Lanjutan: Cara Menghitung Diluted EPS dengan Kontrak Kompleks

Earnings per share (EPS) adalah ukuran penting untuk menilai laba yang tersedia bagi setiap saham biasa. Dalam akuntansi lanjutan, perhitungan tidak berhenti pada basic EPS. Instrumen seperti opsi, waran, convertible bond, dan convertible preferred stock dapat menambah jumlah saham beredar secara potensial. Karena itu, investor memerlukan diluted EPS untuk melihat skenario penurunan laba per saham apabila seluruh instrumen yang berpotensi dilutif dikonversi.

Memahami diluted EPS

Diluted EPS memakai laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa sebagai pembilang dan weighted-average shares outstanding yang telah disesuaikan sebagai penyebut. Penyesuaian dilakukan hanya untuk instrumen yang benar-benar bersifat dilutif. Instrumen antidilutif—yang justru menaikkan EPS atau mengurangi rugi per saham—tidak dimasukkan.

Rumus dasarnya adalah: Diluted EPS = (laba bersih – dividen saham preferen + penyesuaian setelah pajak) / (saham biasa rata-rata tertimbang + saham potensial dilutif). Penyesuaian setelah pajak penting untuk bunga obligasi konversi karena beban bunga tidak lagi ada jika obligasi dikonversi.

Kontrak kompleks dan treasury stock method

Opsi dan waran biasanya dianalisis dengan treasury stock method. Metode ini mengasumsikan pemegang instrumen menggunakan haknya pada awal periode (atau tanggal penerbitan), lalu perusahaan menggunakan hasil exercise untuk membeli kembali saham pada harga pasar rata-rata. Saham incremental hanya sebesar selisihnya.

Komponen Nilai Perhitungan
Opsi beredar 10.000 Jumlah kontrak
Harga exercise Rp8.000 10.000 × Rp8.000 = Rp80 juta
Harga pasar rata-rata Rp10.000 Rp80 juta / Rp10.000 = 8.000 saham dibeli kembali
Saham incremental 2.000 10.000 – 8.000

Contoh soal diluted EPS

PT Arunika memiliki laba bersih Rp1.200 juta dan 400.000 saham biasa rata-rata tertimbang. Perusahaan juga memiliki obligasi konversi yang menghasilkan beban bunga Rp60 juta sebelum pajak. Tarif pajak 25%. Selain itu terdapat 50.000 opsi dengan harga exercise Rp6.000, sedangkan harga pasar rata-rata saham Rp8.000. Abaikan dividen preferen.

Jurnal/entry konseptual

Penyesuaian Debit Kredit
Pembalikan bunga obligasi konversi (setelah pajak) Rp45 juta Laba untuk diluted EPS Rp45 juta
Treasury stock method — Saham incremental 12.500

Bunga setelah pajak = Rp60 juta × (1 – 25%) = Rp45 juta. Opsi: hasil exercise Rp300 juta dapat membeli kembali 37.500 saham (Rp300 juta / Rp8.000), sehingga saham incremental = 50.000 – 37.500 = 12.500 saham. Pembilang diluted EPS menjadi Rp1.245 juta dan penyebutnya 412.500 saham. Dengan demikian, diluted EPS = Rp1.245 juta / 412.500 = Rp3.018 per saham (dibulatkan).

Urutan pengujian dan anti-dilusi

Jika ada beberapa instrumen, masukkan instrumen yang paling dilutif terlebih dahulu, biasanya yang memiliki incremental EPS paling kecil. Setelah setiap instrumen ditambahkan, hitung ulang EPS. Hentikan proses ketika EPS mulai meningkat; instrumen berikutnya bersifat antidilutif dan harus dikeluarkan. Jika perusahaan melaporkan rugi, instrumen potensial umumnya antidilutif sehingga tidak dimasukkan.

Ringkasan

  • Diluted EPS menunjukkan dampak potensial konversi instrumen terhadap laba per saham.
  • Convertible debt menambah laba dengan bunga setelah pajak dan menambah saham sesuai rasio konversi.
  • Opsi dan waran memakai treasury stock method.
  • Instrumen antidilutif dikeluarkan dari perhitungan.
  • Pengujian dilakukan berurutan dari instrumen paling dilutif.

Quiz singkat

  1. Mengapa bunga obligasi konversi ditambahkan kembali setelah pajak?
  2. Jika harga exercise opsi lebih tinggi daripada harga pasar rata-rata, apakah opsi menambah diluted EPS?
  3. PT B memiliki laba Rp500 juta dan 100.000 saham. Ada 20.000 opsi, exercise Rp12.000, harga pasar Rp10.000. Berapa saham incremental?

Jawaban: (1) karena bunga tersebut tidak lagi dibayar setelah konversi; (2) tidak, instrumen antidilutif; (3) nol, sebab opsi out of the money.

Tag: akuntansi lanjutan, advanced accounting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *