Keputusan menutup lini produk sering terlihat sederhana: jika laporan menunjukkan rugi, segmen tersebut dihentikan. Dalam akuntansi manajemen, kesimpulan itu tidak boleh dibuat hanya dari alokasi biaya penuh. Manajer perlu membedakan biaya yang benar-benar hilang ketika segmen ditutup dari biaya yang tetap muncul. Analisis inilah yang dikenal sebagai drop or keep segment.
Apa Itu Keputusan Drop or Keep Segment?
Keputusan drop or keep segment adalah evaluasi apakah perusahaan sebaiknya mempertahankan atau menghentikan suatu produk, cabang, departemen, atau lini usaha. Fokusnya adalah dampak incremental terhadap laba operasi dan sumber daya yang dapat dialihkan. Informasi masa lalu yang tidak berubah, seperti biaya historis aset, bukan dasar keputusan karena tidak dapat dipulihkan.
Prinsip Biaya Relevan
Biaya relevan memiliki dua ciri: terjadi pada masa depan dan berbeda di antara alternatif. Jika segmen dihentikan, biaya variabel yang terkait biasanya hilang. Sebagian biaya tetap juga dapat dihapus, tetapi biaya tetap umum—misalnya gaji kantor pusat—sering tetap ada dan hanya dialokasikan kembali. Alokasi tersebut dapat membuat segmen tampak rugi tanpa benar-benar menyebabkan kerugian kas.
| Komponen | Perlakuan dalam analisis |
|---|---|
| Pendapatan segmen yang hilang | Relevan, karena berubah |
| Biaya variabel yang dihindari | Relevan, karena ikut hilang |
| Biaya tetap langsung yang dapat dihapus | Relevan |
| Biaya tetap umum yang tetap dibayar | Tidak relevan |
| Biaya historis atau depresiasi masa lalu | Tidak relevan kecuali ada perubahan kas |
Rumus Analisis
Dampak mempertahankan segmen dapat dihitung dengan rumus:
Margin segmen = Pendapatan − Biaya variabel − Biaya tetap langsung yang dapat dihindari
Jika margin segmen positif, segmen tersebut membantu menutup biaya tetap umum dan penghentian biasanya menurunkan laba. Jika margin negatif, penghentian berpotensi meningkatkan laba sebesar kerugian yang dapat dihindari, dengan syarat tidak ada manfaat lain yang hilang.
Contoh Perhitungan
PT Cakra memiliki segmen Produk A dengan pendapatan Rp500.000.000, biaya variabel Rp300.000.000, biaya tetap langsung Rp150.000.000, dan alokasi biaya tetap umum Rp100.000.000. Laporan penuh menunjukkan rugi Rp50.000.000:
Rp500.000.000 − Rp300.000.000 − Rp150.000.000 − Rp100.000.000 = −Rp50.000.000.
Namun, biaya tetap umum tetap muncul jika Produk A ditutup. Margin yang benar untuk keputusan adalah:
Rp500.000.000 − Rp300.000.000 − Rp150.000.000 = Rp50.000.000.
Mempertahankan Produk A menambah laba operasi Rp50.000.000 dibandingkan menutupnya. Jika ditutup, perusahaan kehilangan margin tersebut, sedangkan alokasi Rp100.000.000 tidak hilang. Karena itu, Produk A sebaiknya dipertahankan, kecuali kapasitasnya dapat digunakan untuk alternatif yang menghasilkan kontribusi lebih besar.
Kapan Segmen Rugi Layak Dihentikan?
Segmen layak dihentikan apabila biaya yang dapat dihindari melebihi pendapatan atau margin kontribusinya negatif. Contoh: pendapatan Rp180.000.000, biaya variabel Rp120.000.000, dan biaya tetap langsung yang dapat dihindari Rp80.000.000. Margin segmen adalah negatif Rp20.000.000. Menutup segmen meningkatkan laba sebesar Rp20.000.000, bila tidak ada dampak terhadap penjualan produk lain.
Faktor Kualitatif
Angka bukan satu-satunya pertimbangan. Manajemen perlu menilai hubungan pelanggan, reputasi merek, ketergantungan produk lain, kontrak tenaga kerja, kapasitas yang terbebaskan, dampak terhadap pemasok, serta kemungkinan pesaing mengambil pasar. Penutupan sementara juga berbeda dari penutupan permanen. Selain itu, pelanggan produk yang dihentikan mungkin membeli produk lain; kehilangan pembelian silang harus dimasukkan sebagai biaya peluang.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Menghentikan segmen hanya karena laba setelah alokasi terlihat negatif.
- Menganggap semua biaya tetap dapat dihindari.
- Mengabaikan penggunaan alternatif atas kapasitas yang terbebaskan.
- Menggunakan biaya historis sebagai dasar keputusan masa depan.
- Tidak memasukkan efek terhadap produk dan pelanggan lain.
Ringkasan
Analisis drop or keep membandingkan pendapatan dan biaya yang berubah akibat keputusan. Biaya tetap umum yang tidak dapat dihindari harus dikeluarkan dari perhitungan. Segmen dengan laba akuntansi negatif belum tentu harus ditutup; selama memberikan margin positif dan tidak memiliki alternatif yang lebih menguntungkan, segmen tersebut dapat membantu perusahaan menutup biaya bersama.
Latihan Soal
Segmen B menghasilkan penjualan Rp750.000.000, biaya variabel Rp450.000.000, biaya tetap langsung Rp220.000.000, dan alokasi biaya umum Rp130.000.000. Hanya 70% biaya tetap langsung yang dapat dihindari. Hitung margin relevan dan tentukan apakah segmen perlu dipertahankan jika tidak ada alternatif penggunaan kapasitas.
Jawaban singkat: biaya tetap yang dapat dihindari = 70% × Rp220.000.000 = Rp154.000.000. Margin relevan = Rp750.000.000 − Rp450.000.000 − Rp154.000.000 = Rp146.000.000. Segmen dipertahankan karena memberikan kontribusi positif; alokasi biaya umum tidak berubah.
Penutup
Keputusan menutup lini produk harus berangkat dari biaya relevan, bukan sekadar laporan laba rugi berdasarkan alokasi. Dengan memisahkan biaya yang dapat dihindari, biaya yang tetap, dan peluang penggunaan kapasitas, akuntansi manajemen membantu manajer memilih tindakan yang benar-benar meningkatkan kinerja perusahaan.