Changes in Ownership Interest: Partial Sale dan Additional Investment

Dalam dunia bisnis yang dinamis, kepemilikan saham pada anak perusahaan sering kali mengalami perubahan. Entah karena penjualan sebagian saham (partial sale) atau penambahan investasi (additional investment), perubahan ownership interest ini memerlukan perlakuan akuntansi khusus yang berbeda tergantung apakah induk kehilangan pengendalian atau tidak.

1. Konsep Dasar Perubahan Kepemilikan

Berdasarkan IFRS 10 dan literatur Advanced Accounting (Kieso et al., 16th Ed.), perubahan kepemilikan dalam anak perusahaan diklasifikasikan menjadi dua skenario utama:

  • Tanpa kehilangan pengendalian — transaksi ekuitas antar pemegang saham
  • Dengan kehilangan pengendalian — penghentian pengakuan aset/liabilitas konsolidasi

Ketika induk perusahaan menjual sebagian saham anak perusahaan namun tetap mempertahankan control (biasanya >50% suara), transaksi tersebut bukanlah penjualan aset, melainkan transaksi dengan pemegang saham non-pengendali (NCI).

2. Partial Sale Tanpa Kehilangan Kontrol

Jika induk menjual sebagian kepemilikan tetapi masih mengendalikan anak perusahaan:

  • Tidak diakui laba/rugi di laporan laba rugi
  • Selisih antara harga jual dan bagian properti neto yang dijual diakui langsung di ekuitas (NCI atau additional paid-in capital)
  • Goodwill yang diakui pada akuisisi awal tidak direvisi

Contoh Jurnal Partial Sale

PT Parent memiliki 80% PT Subsidiary dengan NCI 20%. PT Parent menjual 10% kepemilikan (dari 80% menjadi 70%) seharga Rp500 juta. Bagian properti neto yang dijual sebesar Rp400 juta.

Akun Debit (Rp) Kredit (Rp)
Kas 500.000.000 —
Investasi pada PT Subsidiary — 400.000.000
Additional Paid-In Capital (Ekuitas) — 100.000.000
Selisih positif ke ekuitas 500.000.000 500.000.000

✓ Catatan: Selisih Rp100 juta masuk ke ekuitas, bukan laba rugi. Jika harga jual lebih rendah dari bagian properti neto, defisit dikurangkan dari ekuitas.

3. Additional Investment Tanpa Perubahan Kontrol

Ketika induk membeli tambahan saham anak perusahaan dari NCI (tantamount to treasury stock transaction):

  • Investasi dicatat sebesar biaya perolehan
  • Selisih antara harga beli dan penambahan bagian properti neto diakui di ekuitas
  • Goodwill yang ada tidak diubah

Contoh Jurnal Additional Investment

PT Parent membeli 5% tambahan saham PT Subsidiary dari NCI seharga Rp300 juta. Bagian properti neto yang diperoleh sebesar Rp250 juta.

Akun Debit (Rp) Kredit (Rp)
Investasi pada PT Subsidiary 250.000.000 —
Additional Paid-In Capital (Ekuitas) 50.000.000 —
Kas — 300.000.000
Defisit ke ekuitas 300.000.000 300.000.000

⚠ Perhatian: Harga beli lebih tinggi dari fair value bagian properti neto, sehingga defisit Rp50 juta mengurangi ekuitas. Ini wajar jika ada control premium atau sinergi strategis.

4. Perubahan Kepemilikan yang Mengakibatkan Kehilangan Kontrol

Jika partial sale menyebabkan kepemilikan turun di bawah 50% atau hilangnya pengaruh dominan:

  • Penghentian pengakuan seluruh aset, liabilitas, dan goodwill terkait anak perusahaan
  • Sisa kepemilangan direklasifikasi sesuai IFRS 9 (misalnya sebagai FVTPL atau equity method)
  • Laba/rugi dihitung dari selisih nilai wajar sisa kepemilikan + imbalan yang diterima vs bagian properti neto terdahulu
Skenario Pengakuan Laba/Rugi Perlakuan Goodwill
Tanpa kehilangan kontrol Tidak diakui Tetap, tidak diubah
Kehilangan kontrol Diakui di P&L Didegresi/dihapuskan
Kehilangan significant influence Diakui di P&L N/A (equity method)

5. Perhitungan Laba/Rugi saat Kehilangan Kontrol

Rumus perhitungan gain/loss sesuai IFRS 10:

Gain/Loss = (Fair value imbalan + Fair value sisa kepemilikan + NCI yang diukur kembali) − Bagian properti neto anak perusahaan yang dihapuskan − Goodwill

Nilai wajar sisa kepemilangan diakui sebagai aset keuangan atau investasi dengan equity method, tergantung tingkat pengaruh yang tersisa.

6. Dampak pada Laporan Keuangan Konsolidasi

Ketika ownership berubah tanpa kehilangan kontrol, laporan keuangan konsolidasi tetap disusun dengan beberapa penyesuaian:

  1. NCI dilaporkan dengan persentase baru setelah transaksi
  2. Ekuitas attributabel ke parent disesuaikan untuk selisih transaksi
  3. EPS dilaporkan untuk seluruh periode; perubahan ownership memengaruhi weighted average shares
  4. Arus kas dari penjualan/pembelian tercatat di bagian investasi aktivitas investasi

7. Ringkasan Poin-Poin Penting

  • ✅ Perubahan ownership tanpa kehilangan kontrol = transaksi ekuitas, bukan laba/rugi
  • ✅ Selisih harga transaksi dan bagian properti neto masuk ke additional paid-in capital
  • ✅ Goodwill dari akuisisi awal tidak diubah untuk transaksi NCI
  • ✅ Kehilangan kontrol memicu penghentian pengakuan dan pengakuan gain/loss penuh
  • ✅ Sisa kepemilangan direklasifikasi berdasarkan tingkat pengaruh yang tersisa

8. Quiz Latihan Soal

Soal 1: PT Induk memiliki 75% PT Anak. PT Induk menjual 15% kepemilikan (menjadi 60%) seharga Rp800 juta. Bagian properti neto yang dijual sebesar Rp720 juta. Bagaimana perlakuan selisih Rp80 juta?

Jawaban: Rp80 juta diakui di additional paid-in capital (ekuitas) karena kontrol masih dipertahankan.

Soal 2: PT Induk memiliki 90% PT Anak dan menjual 50% sehingga kepemilangan turun menjadi 40% (significant influence). Goodwill awal Rp200 juta. Bagaimana perlakuan goodwill?

Jawaban: Goodwill dihapuskan (derecognized) karena kehilangan kontrol. Laba/rugi dari penjualan dihitung memperhitungkan seluruh goodwill.

Soal 3: Jika PT Induk membeli 10% tambahan saham dari NCI dengan harga di atas fair value bagian properti neto, di mana defisit dicatat?

Jawaban: Defisit dikurangkan dari ekuitas (additional paid-in capital negatif), bukan diakui sebagai beban/kerugian.


Pahami konsep ini dengan baik karena sering muncul dalam audit konsolidasi dan due diligence M&A. Untuk pembahasan selanjutnya, kami akan membahas Step Acquisition dan pengakuan goodwill bertahap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *