Dalam perusahaan yang menjual beberapa produk, kapasitas mesin, jam tenaga kerja, atau bahan baku sering kali terbatas. Karena itu, manajemen tidak cukup hanya melihat laba per unit. Produk dengan margin terbesar belum tentu menjadi pilihan terbaik apabila membutuhkan banyak waktu pada sumber daya yang menjadi kendala. Konsep product mix membantu manajer menentukan kombinasi produk yang memaksimalkan laba ketika terdapat keterbatasan sumber daya.
Mengapa Product Mix Penting?
Product mix adalah komposisi jumlah berbagai produk yang diproduksi dan dijual perusahaan. Keputusan ini termasuk keputusan jangka pendek karena biasanya memanfaatkan kapasitas dan struktur biaya yang sudah ada. Menurut pendekatan akuntansi manajemen Horngren, ukuran utama yang relevan adalah kontribusi setiap produk terhadap laba setelah dikurangi biaya variabel serta konsumsi sumber daya terbatas.
Biaya tetap yang tidak berubah dalam rentang keputusan tidak dipakai untuk menentukan prioritas produk. Fokusnya adalah kontribusi margin dan kendala kapasitas. Namun, analisis harus memasukkan biaya yang benar-benar berubah, batas permintaan, komitmen minimum pelanggan, dan kemungkinan lembur atau pembelian kapasitas tambahan.
Rumus Dasar yang Digunakan
Kontribusi margin per unit dihitung sebagai berikut:
Kontribusi margin per unit = Harga jual per unit − Biaya variabel per unit
Jika sumber daya terbatas, gunakan kontribusi margin per unit sumber daya kendala:
Kontribusi margin per jam kendala = Kontribusi margin per unit ÷ Jam sumber daya kendala per unit
Produk dengan kontribusi margin per jam kendala lebih tinggi biasanya diprioritaskan, sepanjang seluruh batasan lain tetap terpenuhi.
Contoh Perhitungan Product Mix
PT Sinar memproduksi Produk A dan Produk B. Kapasitas mesin hanya 2.400 jam per bulan. Data operasi adalah sebagai berikut:
| Data | Produk A | Produk B |
|---|---|---|
| Harga jual per unit | Rp200.000 | Rp150.000 |
| Biaya variabel per unit | Rp120.000 | Rp90.000 |
| Kontribusi margin per unit | Rp80.000 | Rp60.000 |
| Jam mesin per unit | 4 jam | 2 jam |
| Permintaan maksimum | 300 unit | 800 unit |
Sekilas Produk A tampak lebih menarik karena menghasilkan kontribusi Rp80.000 per unit, sedangkan Produk B hanya Rp60.000. Akan tetapi, mesin adalah sumber daya terbatas. Perhitungannya:
- Produk A: Rp80.000 ÷ 4 jam = Rp20.000 per jam mesin.
- Produk B: Rp60.000 ÷ 2 jam = Rp30.000 per jam mesin.
Dengan demikian, Produk B diprioritaskan. Memproduksi seluruh permintaan maksimum Produk B membutuhkan 800 × 2 = 1.600 jam. Sisa kapasitas adalah 2.400 − 1.600 = 800 jam. Sisa tersebut dapat digunakan untuk Produk A sebanyak 800 ÷ 4 = 200 unit.
| Produk | Volume | Kontribusi per unit | Total kontribusi |
|---|---|---|---|
| B | 800 unit | Rp60.000 | Rp48.000.000 |
| A | 200 unit | Rp80.000 | Rp16.000.000 |
| Total | Rp64.000.000 | ||
Jika Produk A diprioritaskan, kapasitas hanya menghasilkan 600 unit A dan kontribusinya Rp48.000.000. Strategi B terlebih dahulu menghasilkan kontribusi Rp64.000.000, atau lebih tinggi Rp16.000.000 sebelum memperhitungkan biaya tetap.
Langkah Analisis yang Sistematis
- Identifikasi semua produk dan batas permintaannya.
- Hitung kontribusi margin per unit berdasarkan biaya yang relevan.
- Tentukan sumber daya yang paling membatasi, misalnya jam mesin atau jam tenaga kerja.
- Hitung kontribusi margin per unit sumber daya kendala.
- Urutkan produk dari rasio tertinggi ke terendah.
- Alokasikan kapasitas sesuai urutan sampai permintaan maksimum atau kapasitas habis.
- Evaluasi dampak biaya tetap, kualitas, kontrak, dan kapasitas tambahan.
Keterbatasan Pendekatan Satu Kendala
Peringkat sederhana dapat menyesatkan apabila perusahaan menghadapi lebih dari satu kendala. Misalnya, bahan baku dan jam mesin sama-sama terbatas. Dalam situasi tersebut, model linear programming dapat digunakan untuk mencari kombinasi optimal. Selain itu, permintaan tidak selalu pasti; keputusan sebaiknya diuji dengan analisis sensitivitas untuk melihat pengaruh perubahan harga, biaya variabel, kapasitas, dan volume penjualan.
Manajer juga perlu waspada terhadap biaya peluang. Jika menerima pesanan baru, kapasitas yang dipakai mungkin mengorbankan produk lain. Biaya peluang tersebut merupakan kontribusi margin yang hilang dari alternatif terbaik, sehingga relevan dalam keputusan.
Ringkasan
- Product mix menentukan kombinasi produk terbaik dalam kapasitas terbatas.
- Prioritas sebaiknya didasarkan pada kontribusi margin per unit sumber daya kendala, bukan margin per unit saja.
- Dalam contoh, Produk B diprioritaskan karena menghasilkan Rp30.000 per jam mesin dibandingkan Rp20.000 untuk Produk A.
- Semua batasan permintaan, biaya relevan, biaya peluang, dan kemungkinan kendala ganda harus dianalisis.
Latihan Soal
Perusahaan menjual Produk X dengan kontribusi margin Rp45.000 dan membutuhkan 3 jam kerja per unit, serta Produk Y dengan kontribusi margin Rp32.000 dan membutuhkan 2 jam kerja per unit. Kapasitas tersedia 1.000 jam, permintaan maksimum X 200 unit dan Y 300 unit. Produk mana yang diprioritaskan dan berapa total kontribusi margin maksimum?
Petunjuk: hitung kontribusi margin per jam kerja untuk masing-masing produk, penuhi produk dengan rasio lebih tinggi terlebih dahulu, lalu gunakan sisa jam untuk produk berikutnya.