Special order adalah pesanan tambahan yang biasanya datang di luar penjualan normal. Pesanan ini dapat menarik karena menawarkan volume besar atau membuka hubungan pelanggan baru, tetapi harganya sering lebih rendah daripada harga jual reguler. Akuntansi manajemen membantu manajer menilai apakah pesanan tersebut menambah laba atau justru mengurangi laba. Fokusnya bukan pada biaya historis, melainkan pada pendapatan dan biaya yang berubah karena keputusan tersebut.
Memahami keputusan special order
Keputusan menerima pesanan khusus merupakan keputusan jangka pendek. Dalam jangka pendek, sebagian biaya tetap mungkin tetap harus dibayar meskipun pesanan diterima atau ditolak. Karena itu, biaya tetap yang tidak berubah bukan biaya relevan. Informasi yang relevan terdiri atas pendapatan inkremental dan biaya inkremental, yaitu arus kas masa depan yang berbeda antara alternatif menerima dan menolak pesanan.
Secara sederhana, dampak laba dapat dihitung dengan rumus:
Dampak laba = Pendapatan special order − Biaya variabel tambahan − Biaya tetap tambahan
Pesanan layak diterima jika dampak laba positif, selama tidak menimbulkan konsekuensi strategis atau kualitas yang lebih besar daripada manfaatnya.
Kapasitas menganggur dan kapasitas penuh
Kapasitas menganggur adalah kapasitas produksi yang belum digunakan. Jika perusahaan masih memiliki kapasitas menganggur, special order biasanya tidak mengorbankan penjualan reguler. Biaya tetap yang telah ada tidak berubah, sehingga analisis terutama membandingkan harga pesanan dengan biaya variabel serta biaya tetap tambahan.
Sebaliknya, jika perusahaan beroperasi pada kapasitas penuh, pesanan khusus dapat menggantikan penjualan reguler. Margin kontribusi dari penjualan reguler yang hilang menjadi opportunity cost dan harus dimasukkan ke analisis.
Contoh perhitungan dengan kapasitas menganggur
PT Cerdas Produksi membuat komponen dengan biaya variabel Rp60.000 per unit. Harga jual reguler Rp100.000 per unit. Kapasitas produksi 10.000 unit per bulan, sedangkan produksi normal baru 8.000 unit. Seorang pelanggan menawarkan pesanan 1.500 unit dengan harga Rp72.000 per unit. Pesanan membutuhkan inspeksi tambahan Rp3.000 per unit dan biaya administrasi tetap Rp5.000.000.
| Komponen | Perhitungan | Nilai |
|---|---|---|
| Pendapatan tambahan | 1.500 × Rp72.000 | Rp108.000.000 |
| Biaya variabel produksi | 1.500 × Rp60.000 | Rp90.000.000 |
| Inspeksi tambahan | 1.500 × Rp3.000 | Rp4.500.000 |
| Biaya administrasi tambahan | – | Rp5.000.000 |
| Dampak laba | Rp8.500.000 |
Perusahaan masih mempunyai kapasitas menganggur 2.000 unit, sehingga pesanan 1.500 unit dapat dipenuhi. Dampak laba positif Rp8.500.000. Dengan asumsi kualitas, pembayaran, dan hubungan pelanggan dapat dikendalikan, pesanan layak diterima.
Contoh ketika kapasitas penuh
Misalkan produksi normal sudah 10.000 unit. Pesanan 1.500 unit akan memaksa perusahaan mengurangi penjualan reguler. Margin kontribusi reguler yang hilang adalah Rp100.000 − Rp60.000 = Rp40.000 per unit. Jika seluruh 1.500 unit menggantikan penjualan reguler, opportunity cost-nya Rp60.000.000.
Dampak sebelum opportunity cost tetap Rp8.500.000, tetapi setelah dikurangi opportunity cost menjadi rugi Rp51.500.000. Dalam kondisi kapasitas penuh, pesanan sebaiknya ditolak kecuali ada manfaat lain yang terukur, misalnya potensi kontrak jangka panjang dengan margin memadai.
Faktor kualitatif yang wajib diperiksa
- Harga pasar: harga khusus tidak boleh merusak persepsi pelanggan reguler atau memicu perang harga.
- Kualitas dan layanan: tambahan volume tidak boleh menurunkan standar produk.
- Reputasi: keterlambatan atau cacat dapat menimbulkan biaya reputasi.
- Komitmen sumber daya: bahan, tenaga kerja, dan mesin harus tersedia selama periode pesanan.
- Persyaratan pelanggan: ongkos kirim, garansi, sertifikasi, dan termin pembayaran bisa menambah biaya relevan.
- Strategi jangka panjang: pelanggan mungkin menjadi pelanggan reguler, tetapi harapan harga rendah juga dapat terbentuk.
Kesalahan umum dalam analisis
Kesalahan pertama adalah membebankan seluruh biaya produk, termasuk alokasi overhead tetap yang tidak berubah. Kesalahan kedua adalah mengabaikan opportunity cost ketika kapasitas penuh. Kesalahan ketiga adalah hanya melihat harga pesanan tanpa menghitung biaya pengiriman, inspeksi, komisi, lembur, dan risiko piutang. Akuntansi manajemen yang baik menyajikan analisis diferensial sekaligus menjelaskan asumsi yang dipakai.
Ringkasan
Special order diterima jika pendapatan tambahan melebihi biaya tambahan dan tidak menimbulkan kerugian kualitatif. Kapasitas menganggur membuat biaya variabel dan biaya tetap tambahan menjadi pusat analisis. Pada kapasitas penuh, margin kontribusi penjualan yang dikorbankan harus dihitung sebagai opportunity cost. Keputusan akhir menggabungkan angka relevan dengan pertimbangan kualitas, strategi, dan risiko.
Latihan soal
- Perusahaan memiliki kapasitas menganggur 3.000 unit. Biaya variabel Rp45.000 per unit, pesanan khusus 2.000 unit seharga Rp55.000 per unit, dan biaya pengemasan tambahan Rp2.000 per unit. Hitung dampak laba sebelum pajak.
- Bagaimana hasil soal pertama berubah jika kapasitas penuh dan setiap unit special order menggantikan penjualan reguler dengan margin kontribusi Rp15.000 per unit?
- Sebutkan minimal tiga faktor kualitatif yang perlu diperiksa sebelum menerima pesanan khusus.