Variable Overhead dan Fixed Overhead Variances

Variable Overhead dan Fixed Overhead Variances

Dalam standard costing, biaya overhead pabrik tidak hanya terdiri atas bahan penolong dan tenaga kerja tidak langsung. Overhead juga mencakup listrik, penyusutan mesin, pemeliharaan, serta biaya fasilitas produksi. Karena sebagian overhead berubah mengikuti aktivitas dan sebagian lain relatif tetap, pengendalian memerlukan pemisahan variable overhead variance dan fixed overhead variance.

Memahami variable overhead

Variable overhead adalah biaya overhead yang berubah searah dengan tingkat aktivitas, misalnya jam tenaga kerja langsung atau jam mesin. Standar biaya biasanya dinyatakan sebagai tarif per satuan dasar aktivitas. Dua penyimpangan utama adalah varians pengeluaran dan varians efisiensi.

Rumus yang umum digunakan adalah:

  • Variable overhead spending variance = (tarif aktual − tarif standar) × jam aktual.
  • Variable overhead efficiency variance = (jam aktual − jam standar untuk output aktual) × tarif standar.

Varians yang menghasilkan biaya aktual lebih besar daripada standar disebut tidak menguntungkan (unfavorable atau U). Sebaliknya, biaya yang lebih rendah disebut menguntungkan (favorable atau F). Interpretasi harus mempertimbangkan kualitas, tingkat aktivitas, dan keputusan operasional; varians F tidak selalu berarti kinerja lebih baik.

Memahami fixed overhead

Fixed overhead adalah biaya yang secara total tidak berubah dalam rentang relevan ketika volume produksi berubah, seperti sewa pabrik, gaji supervisor, dan penyusutan garis lurus. Dalam sistem standar, fixed overhead umumnya dianalisis melalui varians anggaran dan varians volume.

  • Fixed overhead budget variance = fixed overhead aktual − fixed overhead yang dianggarkan.
  • Fixed overhead volume variance = fixed overhead yang dianggarkan − fixed overhead yang dibebankan ke produksi berdasarkan tarif standar.

Dengan tarif fixed overhead standar sebesar biaya tetap yang dianggarkan dibagi kapasitas normal, volume produksi yang lebih rendah dari kapasitas normal biasanya menimbulkan varians volume tidak menguntungkan. Penyebabnya bukan semata-mata pemborosan; kapasitas yang menganggur membuat biaya tetap terserap oleh unit yang lebih sedikit.

Contoh perhitungan terpadu

PT Bina Komponen menetapkan standar untuk bulan berjalan: variable overhead Rp12.000 per jam mesin, fixed overhead Rp120.000.000 per bulan, dan kapasitas normal 10.000 jam mesin. Output aktual memerlukan standar 9.000 jam, tetapi penggunaan aktual mencapai 9.400 jam. Variable overhead aktual Rp117.500.000, sedangkan fixed overhead aktual Rp123.000.000.

Komponen Perhitungan Hasil
Variable spending (Rp117.500.000 ÷ 9.400 − Rp12.000) × 9.400 Rp4.700.000 F
Variable efficiency (9.400 − 9.000) × Rp12.000 Rp4.800.000 U
Fixed budget Rp123.000.000 − Rp120.000.000 Rp3.000.000 U
Fixed volume Rp120.000.000 − (9.000 × Rp12.000) Rp12.000.000 U

Tarif variable aktual adalah Rp117.500.000 ÷ 9.400 = Rp12.500 per jam. Karena tarif aktual lebih tinggi, perhitungan spending variance sebenarnya adalah (Rp12.500 − Rp12.000) × 9.400 = Rp4.700.000 U, bukan F. Tanda ini menunjukkan pentingnya konsistensi rumus dan arah pelaporan. Dengan definisi varians “standar dikurangi aktual”, hasilnya Rp4.700.000 U. Variable efficiency tetap Rp4.800.000 U. Fixed budget variance Rp3.000.000 U. Fixed volume variance Rp12.000.000 U.

Tabel ringkasan varians

Varians Nilai Arti awal
Variable overhead spending Rp4.700.000 U Tarif input overhead lebih tinggi
Variable overhead efficiency Rp4.800.000 U Jam mesin melebihi standar
Fixed overhead budget Rp3.000.000 U Pengeluaran tetap melampaui anggaran
Fixed overhead volume Rp12.000.000 U Produksi di bawah kapasitas normal

Analisis penyebab dan tindakan

Manajer perlu menelusuri penyebab, bukan sekadar mengejar varians nol. Spending variance dapat berasal dari kenaikan tarif listrik, pembelian suku cadang mahal, atau perubahan pemasok. Efficiency variance bisa berkaitan dengan mesin sering berhenti, kualitas bahan, waktu setup, atau pelatihan operator. Fixed budget variance perlu dibandingkan dengan anggaran fleksibel dan bukti transaksi. Fixed volume variance harus dikaitkan dengan permintaan, jadwal produksi, pemeliharaan, dan pemanfaatan kapasitas.

Horngren menekankan bahwa varians adalah sinyal untuk penyelidikan. Tanggung jawab harus ditempatkan pada pihak yang dapat memengaruhi biaya, dengan memperhatikan bahwa keputusan satu departemen dapat menciptakan dampak di departemen lain. Standar juga perlu diperbarui jika harga energi, teknologi, atau proses produksi berubah secara permanen.

Ringkasan

  • Variable overhead dianalisis melalui spending variance dan efficiency variance.
  • Fixed overhead dianalisis melalui budget variance dan volume variance.
  • Varians U atau F adalah titik awal investigasi, bukan kesimpulan otomatis tentang kinerja.
  • Interpretasi harus menghubungkan angka dengan kapasitas, kualitas, harga input, dan keputusan operasional.

Latihan soal

Sebuah pabrik menetapkan tarif variable overhead Rp8.000 per jam mesin. Untuk output bulan ini, jam standar 6.000, sedangkan jam aktual 6.300. Variable overhead aktual Rp53.550.000. Fixed overhead dianggarkan Rp75.000.000 dan aktual Rp77.500.000. Kapasitas normal 7.500 jam. Hitung variable spending variance, variable efficiency variance, fixed budget variance, dan fixed volume variance. Tentukan apakah masing-masing F atau U, lalu jelaskan dua kemungkinan penyebab varians yang paling material.

Petunjuk: gunakan tarif variable aktual untuk spending variance, bandingkan jam aktual dengan jam standar untuk efficiency variance, dan gunakan tarif fixed overhead standar per jam untuk volume variance.

Rekonsiliasi dan pelaporan

Setelah setiap varians dihitung, akuntan biaya perlu merekonsiliasikan total overhead aktual dengan overhead yang dibebankan ke produk. Selisih yang tidak material dapat ditutup ke harga pokok penjualan, sedangkan selisih material perlu dialokasikan secara proporsional ke persediaan barang dalam proses, persediaan barang jadi, dan harga pokok penjualan sesuai kebijakan perusahaan. Laporan varians sebaiknya memuat nilai rupiah, persentase terhadap anggaran, tren beberapa periode, serta pemilik tindakan korektif. Dengan demikian, laporan tidak berhenti sebagai angka historis, melainkan menjadi alat perbaikan proses. Penggunaan dashboard juga membantu manajer membedakan masalah tarif sementara dari perubahan struktural pada kapasitas dan produktivitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *