Material Price Variance dan Material Quantity Variance

Material Price Variance dan Material Quantity Variance

Pengertian Material Price Variance dan Material Quantity Variance

Dalam standard costing, perusahaan menetapkan standar harga dan kuantitas bahan sebelum produksi berlangsung. Standar tersebut menjadi tolok ukur untuk menilai apakah penggunaan bahan sesuai rencana. Ketika hasil aktual berbeda dari standar, selisihnya disebut variance atau varians. Dua varians bahan langsung yang paling penting adalah material price variance (varians harga bahan) dan material quantity variance (varians kuantitas bahan).

Analisis ini membantu manajemen memisahkan penyebab perbedaan biaya. Harga bahan dapat berubah karena negosiasi pemasok, diskon pembelian, kualitas bahan, atau kondisi pasar. Kuantitas yang digunakan dapat berbeda karena tingkat cacat, efisiensi pekerja, kualitas material, desain produk, atau pemborosan dalam proses. Pemisahan kedua varians membuat tindak lanjut lebih terarah, meskipun tanggung jawab tidak boleh ditetapkan hanya berdasarkan angka tanpa memahami kondisi operasional.

Biaya standar = Harga standar × Kuantitas standar yang diizinkan

Komponen Standar Bahan

Harga standar (SP) adalah biaya yang seharusnya dibayar untuk satu unit bahan, termasuk unsur yang menurut kebijakan perusahaan masuk ke harga perolehan. Kuantitas standar yang diizinkan (SQ) adalah jumlah bahan yang seharusnya digunakan untuk menghasilkan output aktual, bukan selalu jumlah yang tercantum dalam anggaran awal. Penggunaan output aktual penting agar evaluasi adil ketika volume produksi berbeda dari rencana.

Harga aktual (AP) adalah harga per unit yang benar-benar dibayar, sedangkan kuantitas aktual (AQ) adalah jumlah bahan yang benar-benar digunakan atau, sesuai kebijakan pencatatan, jumlah yang dibeli. Perusahaan perlu menetapkan sejak awal apakah varians harga dihitung saat pembelian atau saat bahan digunakan agar laporan konsisten.

Rumus Material Price Variance

Rumus umum varians harga bahan adalah:

Material price variance = AQ × (AP − SP)

Jika AP lebih besar daripada SP, hasilnya positif dalam rumus tersebut dan disebut unfavorable (U) atau tidak menguntungkan karena biaya aktual lebih tinggi. Jika AP lebih kecil daripada SP, variansnya favorable (F) atau menguntungkan. Beberapa buku menggunakan tanda negatif untuk varians favorable; karena itu label F atau U harus selalu dicantumkan.

Rumus Material Quantity Variance

Varians kuantitas bahan mengukur pengaruh perbedaan jumlah bahan yang digunakan dari standar:

Material quantity variance = SP × (AQ − SQ)

Jika AQ lebih besar daripada SQ, perusahaan menggunakan bahan lebih banyak dari standar sehingga varians tidak menguntungkan. Jika AQ lebih kecil daripada SQ, varians menguntungkan. Varians ini biasanya dianalisis bersama data produksi, tingkat scrap, retur, dan kualitas output.

Contoh Perhitungan Lengkap

PT Sentosa menetapkan standar untuk satu unit produk berupa 4 kilogram bahan dengan harga standar Rp25.000 per kilogram. Pada bulan berjalan, perusahaan menghasilkan 1.000 unit. Jadi, kuantitas standar yang diizinkan adalah 4.000 kilogram. Dalam kenyataannya, perusahaan memakai 4.200 kilogram dengan harga aktual Rp26.000 per kilogram.

Data Nilai
Harga standar (SP) Rp25.000/kg
Harga aktual (AP) Rp26.000/kg
Kuantitas standar (SQ) 4.000 kg
Kuantitas aktual (AQ) 4.200 kg

Varians harga: 4.200 × (Rp26.000 − Rp25.000) = Rp4.200.000 U. Perusahaan membayar Rp1.000 lebih mahal untuk setiap kilogram atas 4.200 kilogram yang dibeli atau digunakan.

Varians kuantitas: Rp25.000 × (4.200 − 4.000) = Rp5.000.000 U. Pemakaian aktual melebihi standar sebanyak 200 kilogram.

Total varians bahan langsung dapat direkonsiliasi sebagai berikut: biaya aktual = 4.200 × Rp26.000 = Rp109.200.000; biaya standar = 4.000 × Rp25.000 = Rp100.000.000. Selisih total Rp9.200.000 U sama dengan varians harga Rp4.200.000 U ditambah varians kuantitas Rp5.000.000 U.

Interpretasi dan Tanggung Jawab

Varians harga tidak selalu menjadi tanggung jawab bagian pembelian. Pembelian dengan harga lebih rendah dapat menghasilkan varians favorable tetapi bahan berkualitas buruk, meningkatkan scrap, dan menimbulkan varians kuantitas unfavorable. Sebaliknya, bagian pembelian mungkin membeli bahan berkualitas lebih tinggi dengan harga premium untuk menekan kerusakan produksi. Karena itu, evaluasi sebaiknya melihat total biaya dan kualitas, bukan satu varians secara terpisah.

Varians kuantitas juga tidak otomatis menunjukkan kelalaian operator. Penyebabnya bisa berupa standar yang sudah usang, perubahan spesifikasi produk, bahan yang diterima dalam kondisi buruk, atau mesin yang tidak terkalibrasi. Analisis yang baik menelusuri waktu terjadinya varians, lot bahan, pemasok, lini produksi, dan tingkat output yang dihasilkan.

Material Price Variance pada Saat Pembelian

Dalam beberapa sistem, varians harga dicatat ketika bahan dibeli. Misalnya, pembelian 4.200 kilogram pada harga Rp26.000 menghasilkan utang atau kas sebesar Rp109.200.000, sedangkan persediaan bahan dicatat sebesar harga standar Rp105.000.000. Selisih Rp4.200.000 dicatat sebagai varians harga unfavorable. Ketika bahan digunakan, varians kuantitas dihitung dengan membandingkan kuantitas aktual terhadap kuantitas standar.

Alternatifnya, perusahaan menghitung varians harga saat bahan dikeluarkan ke produksi. Kedua metode dapat dipakai, tetapi definisi AQ harus konsisten. Perbedaan waktu pencatatan dapat memengaruhi siapa yang menerima laporan varians dan periode ketika masalah terlihat.

Penggunaan Analisis Varians dalam Pengendalian

  1. Tetapkan standar berdasarkan data teknis, harga pasar, kontrak pemasok, dan tingkat kerusakan normal.
  2. Bandingkan aktual dengan standar untuk output aktual.
  3. Pisahkan varians harga dan kuantitas menggunakan rumus yang konsisten.
  4. Tetapkan batas materialitas agar investigasi berfokus pada selisih penting.
  5. Telusuri penyebab operasional sebelum mengambil tindakan korektif.
  6. Perbarui standar jika kondisi ekonomi atau proses berubah secara permanen.

Standar yang terlalu ketat dapat memicu laporan unfavorable terus-menerus dan menurunkan motivasi. Standar yang terlalu longgar menyembunyikan pemborosan. Horngren menekankan bahwa standar harus digunakan sebagai alat informasi dan pembelajaran, bukan sekadar alat menghukum.

Ringkasan

  • Material price variance mengukur dampak perbedaan harga aktual dan harga standar.
  • Material quantity variance mengukur dampak perbedaan pemakaian aktual dan kuantitas standar.
  • Rumus harga: AQ × (AP − SP).
  • Rumus kuantitas: SP × (AQ − SQ).
  • Varians favorable tetap perlu ditinjau jika dicapai melalui penurunan kualitas.
  • Kesimpulan harus mempertimbangkan hubungan antara harga, kualitas, scrap, dan output.

Latihan Soal

  1. Standar bahan 3 kg per unit dengan harga Rp18.000/kg. Output aktual 2.000 unit. Pemakaian aktual 6.300 kg dengan harga Rp17.500/kg. Hitung SQ, material price variance, dan material quantity variance.
  2. Jelaskan mengapa pembelian bahan murah dapat menyebabkan quantity variance unfavorable.
  3. Apakah varians favorable selalu berarti kinerja baik? Jelaskan dengan contoh kualitas bahan.

Kunci jawaban: (1) SQ = 6.000 kg; varians harga = Rp3.150.000 F; varians kuantitas = Rp5.400.000 U. (2) Bahan berkualitas rendah dapat meningkatkan kerusakan atau scrap. (3) Tidak; harga murah dapat mengurangi kualitas dan meningkatkan total biaya produksi.

Artikel ini disusun sebagai materi edukasi berdasarkan konsep Cost Accounting Horngren dan referensi akuntansi manajemen yang relevan. Kebijakan pencatatan varians dapat berbeda menurut sistem perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *