Related party disclosures atau pengungkapan pihak berelasi merupakan bagian penting dalam advanced accounting. Transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan khusus dapat berlangsung dengan harga, syarat kredit, atau waktu pembayaran yang berbeda dari transaksi normal. Karena itu, pembaca laporan keuangan perlu mengetahui siapa pihak tersebut, bagaimana hubungan ekonominya, dan berapa nilai transaksinya.
Apa Itu Pihak Berelasi?
Berdasarkan prinsip IAS 24, pihak berelasi adalah individu atau entitas yang mempunyai hubungan dengan entitas pelapor sehingga dapat memengaruhi keputusan keuangan dan operasional. Hubungan tersebut dapat muncul karena pengendalian, pengendalian bersama, pengaruh signifikan, atau posisi manajemen kunci. Contohnya adalah perusahaan induk, entitas anak, entitas asosiasi, ventura bersama, direktur, komisaris, dan anggota keluarga dekat mereka.
Hubungan berelasi tidak otomatis berarti transaksi tersebut tidak wajar atau melanggar aturan. Isu utamanya adalah transparansi. Investor harus dapat menilai apakah transaksi dilakukan dalam kegiatan usaha normal atau berpotensi memindahkan laba, aset, atau kewajiban antar pihak yang memiliki kepentingan sama.
Jenis Hubungan yang Perlu Diperhatikan
- Pengendalian: induk dan anak perusahaan, termasuk struktur kepemilikan tidak langsung.
- Pengaruh signifikan: investor dan entitas asosiasi.
- Manajemen kunci: pihak yang berwenang merencanakan, mengarahkan, dan mengendalikan aktivitas entitas.
- Hubungan keluarga atau kepemilikan: anggota keluarga dekat manajemen kunci atau pemegang saham pengendali.
Informasi yang Diungkapkan
Pengungkapan biasanya menjelaskan sifat hubungan, jenis transaksi, dan saldo yang masih terutang pada akhir periode. Informasi penting mencakup penjualan atau pembelian barang, jasa manajemen, pinjaman, jaminan, sewa, transfer aset, serta kompensasi manajemen kunci. Saldo piutang dan utang perlu dipisahkan dari transaksi pihak eksternal agar pengguna laporan tidak salah menilai kualitas arus kas.
| Komponen | Contoh informasi | Mengapa penting? |
|---|---|---|
| Hubungan | Induk memiliki 80% saham anak | Menjelaskan potensi pengendalian |
| Transaksi | Penjualan barang Rp500 juta | Menunjukkan aktivitas ekonomi antar pihak |
| Saldo | Piutang akhir Rp120 juta | Membantu menilai eksposur kredit |
Contoh Jurnal Transaksi
Misalkan PT Induk menjual persediaan kepada PT Anak secara kredit sebesar Rp500 juta. Harga pokok persediaan adalah Rp380 juta. Pada tingkat laporan individual, PT Induk mencatat penjualan dan piutang berikut:
| Akun | Debit | Kredit |
|---|---|---|
| Piutang usaha—PT Anak | Rp500 juta | — |
| Penjualan | — | Rp500 juta |
| Beban pokok penjualan | Rp380 juta | — |
| Persediaan | — | Rp380 juta |
Dalam laporan konsolidasian, penjualan dan piutang antar perusahaan dieliminasi karena grup dipandang sebagai satu kesatuan ekonomi. Jika sebagian persediaan belum terjual kepada pihak eksternal, laba internal yang belum terealisasi juga harus dieliminasi. Pengungkapan pihak berelasi tetap membantu pembaca memahami asal transaksi sebelum eliminasi konsolidasi.
Contoh Soal Singkat
PT A memiliki 70% saham PT B. Selama tahun berjalan, PT A memberikan pinjaman Rp1 miliar kepada PT B dengan bunga 8% per tahun. Apa yang perlu diungkapkan?
- Sifat hubungan: PT A adalah entitas induk dan PT B entitas anak.
- Nilai pinjaman dan saldo akhir yang belum dilunasi.
- Pendapatan atau beban bunga sebesar Rp80 juta, dengan syarat dan tingkat bunga yang relevan.
- Informasi jaminan, jatuh tempo, serta kebijakan penyisihan kerugian kredit jika material.
Ringkasan
- Related party disclosures meningkatkan transparansi laporan keuangan.
- Hubungan dapat berasal dari pengendalian, pengaruh signifikan, atau manajemen kunci.
- Ungkapkan hubungan, transaksi, saldo, syarat, dan komitmen material.
- Transaksi antar perusahaan dieliminasi dalam konsolidasi, tetapi tetap penting dianalisis.
Tag: akuntansi lanjutan, advanced accounting